Juli 5, 2026

Polimdo Matangkan Kurikulum Berbasis OBE, Dosen Dibekali Workshop Akademik

0
WhatsApp-Image-2026-03-12-at-15.17.45-1536x864

MANADO, Abadipost.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui penguatan kurikulum berbasis luaran atau Outcome Based Education (OBE). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Kurikulum OBE di Ruang Auditorium Prof. Tenda, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ahmad Riyad Firdaus yang membagikan pengalaman serta praktik penerapan kurikulum berbasis luaran di lingkungan pendidikan vokasi. Workshop dibuka secara resmi oleh Direktur Polimdo, Maryke Alelo, serta diikuti para dosen dari berbagai jurusan di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Maryke Alelo menegaskan bahwa kurikulum OBE merupakan pendekatan penting dalam sistem pendidikan politeknik karena menekankan pada capaian pembelajaran yang terukur. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan secara nyata dan profesional.

Ia menjelaskan bahwa konsep OBE pada dasarnya telah lama diterapkan dalam sistem pembelajaran politeknik. Hal itu terlihat dari berbagai metode pembelajaran yang mengutamakan praktik dan kemampuan mahasiswa dalam mendemonstrasikan keterampilan sesuai bidang keahliannya.

Sebagai contoh, dalam praktik pengelasan mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dituntut mampu memperagakan teknik pengelasan sesuai standar profesional. Hal yang sama berlaku pada bidang desain maupun pariwisata, di mana mahasiswa harus mampu menganalisis kondisi lapangan hingga menghasilkan karya atau produk yang dapat dipresentasikan secara profesional.

Maryke juga menekankan bahwa setiap capaian pembelajaran dalam kurikulum OBE harus memiliki indikator yang jelas dan dapat diukur. Misalnya, kemampuan mengetik dengan kecepatan tertentu atau keterampilan mengoperasikan mesin secara aman dan tepat dalam jangka waktu pembelajaran yang telah ditetapkan.

Menurutnya, semangat OBE telah melekat dalam sistem pendidikan politeknik sejak awal berdiri. Namun saat ini pendekatan tersebut kembali diperkuat melalui berbagai standar dan format baru agar proses pembelajaran menjadi lebih sistematis dan terukur.

Ia menambahkan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam implementasi kurikulum OBE, terutama dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun praktik.

Sementara itu, Ahmad Riyad Firdaus menyampaikan bahwa langkah Polimdo dalam memperkuat kurikulum berbasis luaran merupakan strategi tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Menurutnya, ketika institusi pendidikan mampu mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat. Mahasiswa sebagai peserta didik akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari peningkatan kualitas tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa konsep OBE sebenarnya telah lama diterapkan di lingkungan politeknik, meskipun saat ini istilah tersebut semakin populer dan diperkuat melalui berbagai kebijakan pendidikan nasional.

Melalui workshop ini, Polimdo berharap para dosen semakin memahami konsep serta implementasi kurikulum OBE secara menyeluruh, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap bersaing di dunia kerja.(*RS)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *