MINAHASA, ABADIPPST.COM – Proyek strategis nasional pembangunan SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini didera polemik besar. PT Naurah Dinamika Nusantara, selaku kontraktor utama (main contractor), dituding bertindak semena-mena dengan menahan hak finansial subkontraktor dan pengusaha lokal. Tindakan ini dinilai tidak hanya mencekik ekonomi daerah, tetapi juga mencoreng marwah Presiden RI Prabowo Subianto di tanah leluhurnya sendiri, Rabu, 3 Juni 2026.
Sebagai putra daerah Minahasa, Presiden Prabowo menaruh harapan besar pada sekolah unggulan yang berdiri di Kelurahan Noongan Dua, Kecamatan Langowan Barat ini untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia Timur. Namun, misi mulia kepala negara tersebut kini justru tersandera oleh buruknya profesionalisme pihak ketiga.

Dosa-Dosa Profesional PT Naurah Dinamika Nusantara
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun, berikut adalah sejumlah pelanggaran komitmen yang diduga kuat dilakukan oleh PT Naurah Dinamika Nusantara (bermitra KSO dengan PT Trikarsa Adi Guna):
1. Menahan Anggaran Sepihak:
PT Naurah dengan sengaja tidak mencairkan dana milik subkontraktor, padahal seluruh kewajiban fisik di lapangan telah diselesaikan secara tuntas.

2. Menelantarkan 4 Vendor Lokal:
Akibat penahanan dana tersebut, empat vendor lokal asli Sulawesi Utara terkatung-katung tanpa kejelasan pembayaran sejak Januari 2026.
3. Ingkar Janji & Mengulur Waktu:
Meskipun pada pekan lalu telah disepakati secara resmi bahwa sisa kewajiban keuangan akan dilunasi penuh pasca-pemutusan kontrak subkontraktor, PT Naurah justru terus berdalih mencari-cari alasan baru demi mengulur waktu.
“Bukan Sekadar Bisnis, Ini Soal Harga Diri Presiden!”
Konflik yang terus berlarut-larut ini memantik reaksi keras dari Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulawesi Utara, Taufik Tumbelaka. Ia menegaskan bahwa PT Naurah Dinamika Nusantara harus sadar posisi bahwa mereka sedang menggarap proyek yang membawa nama besar kepala negara.

“Ini bukan lagi sekadar urusan bisnis biasa atau business-to-business (B2B). Kelalaian dan ketidakprofesionalan PT Naurah Dinamika Nusantara ini sudah menyeret dan merugikan reputasi Presiden Prabowo Subianto,” tegas Tumbelaka saat diwawancarai di Manado, Rabu (3/6/2026).
“Masyarakat Minahasa sangat bangga dengan proyek ini, apalagi lahannya dihibahkan langsung oleh Gubernur. Jangan sampai ulah satu kontraktor utama yang serakah dan tidak profesional ini merusak niat baik Presiden di tanah leluhurnya sendiri. Bayar hak mereka sekarang, tanpa tapi!” lanjutnya.

Mencederai Semangat Gotong Royong Sulawesi Utara
Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan sejatinya sangat masif. Namun, sikap acuh tak acuh yang dipertontonkan oleh manajemen PT Naurah Dinamika Nusantara dinilai telah mengkhianati komitmen gotong royong warga Sulawesi Utara yang selama ini ikut mengawal proyek tersebut.
Saat ini, desakan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir deras. Publik menuntut ketegasan dari pihak-pihak terkait—termasuk pemberi kerja—untuk mengevaluasi total kinerja PT Naurah Dinamika Nusantara dan mendesak pelunasan seluruh tunggakan vendor lokal demi kelancaran proyek nasional ini. (Fds)
![]()
