MINAHASA UTARA, Abadipost.com – Menanggapi kondisi kritis stok darah di Kabupaten Minahasa Utara, Pasukan Orange yang dikomandoi oleh aktivis William Luntungan bergerak cepat menggelar aksi donor darah. Kegiatan ini dipusatkan di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara pada Senin (12/1/2026).
Aksi sosial ini digagas sebagai langkah nyata untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Minahasa Utara yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Respon Cepat Terhadap Kelangkaan
William Luntungan mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul segera setelah ia menerima informasi mengenai minimnya ketersediaan darah di markas PMI setempat.
“Saya tergerak melakukan aksi donor darah ini karena stok darah di PMI Minut kurang. Setetes darah kita sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Luntungan di sela-sela kegiatan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membuang rasa takut mendonorkan darah. Berdasarkan pengalaman pribadinya, donor darah justru memberikan dampak positif bagi kebugaran tubuh.
“Tahun kemarin adalah kali pertama saya mendonorkan darah. Awalnya saya khawatir ada efek samping, tapi setelah dilakukan ternyata membuat tubuh makin sehat,” tambahnya meyakinkan.
Apresiasi dari PMI Minahasa Utara
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Minahasa Utara, dr. Harold Sepang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerakan spontan yang dilakukan oleh Pasukan Orange.
“Kami apresiasi respon cepat dari Bapak William Luntungan. Padahal kami baru sampaikan (informasi kekurangan stok) beberapa hari yang lalu, dan tak disangka kegiatan ini langsung dilaksanakan secepat ini,” tutur dr. Harold.
Target Kebutuhan dan Capaian
Menurut dr. Harold, tantangan pemenuhan stok darah di Minut cukup besar:
- Kebutuhan Bulanan: 300 hingga 400 kantong darah.
- Kondisi Terkini: Penurunan jumlah donatur sejak Desember, sementara permintaan medis terus meningkat.
Dalam aksi kali ini, Pasukan Orange berhasil mengumpulkan sebanyak 32 kantong darah. Meski belum menutupi seluruh kebutuhan bulanan, jumlah ini dinilai sangat berarti untuk menolong pasien dalam kondisi darurat.
“Donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang sangat penting. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dan membantu PMI mengatasi kekurangan stok darah,” tutup Luntungan.
(fds)
![]()




Tinggalkan Balasan