Abadipost.com, MINAHASA UTARA — Memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Pemkab Minut menggelar kegiatan Gelar Kreasi dan Prestasi dengan motto “Minut Hebat, Pendidikan Kuat”. Acara ini berlangsung di Pendopo Pemkab Minut. Jumat, (2/5/2025).

‎Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba membuat kue cucur. Ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025.

‎“Tujuan acara Gelar Kreasi dan Prestasi, yaitu untuk mempromosikan kreativitas dan prestasi di bidang pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Wantania.

‎Kepala Bidang PAUD, Olga Wantania, yang juga Ketua Panitia menjelaskan bahwa acara lomba ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Ia menambahkan, panitia akan melanjutkan serangkaian kegiatan sepanjang bulan Mei.

‎Rencananya, pada tanggal 26 hingga 28 Mei, akan ada gelar karya yang melibatkan setiap kecamatan, di mana masing-masing kecamatan akan mewakili satu peserta untuk mengikuti acara tersebut.

‎“Gelar karya yang di maksud adalah P5 yaitu Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan setiap Jumat di satuan pendidikan, baik di SD maupun SMP,” jelas Wantania.

‎Ia menyebutkan bahwa hal ini akan menjadi semacam pameran bagi hasil karya siswa-siswi yang akan ditampilkan selama gelar karya nanti.

‎Untuk lomba kue cucur ini, kriteria penilaian meliputi: Rasa,kreasi, inovasi serta jumlah kue cucur yang dihasilkan

‎Peserta lomba terdiri dari perwakilan dari 10 kecamatan, dengan partisipasi dari berbagai satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.

‎Berikut kelima pemenang lomba ‘Bekeng Kue Cucur’, diantaranya;

‎*) Juara I diraih oleh TK Kecamatan Kauditan dengan jumlah nilai 199

‎*) Juara II diraih SD Kecamatan Talawaan dengan jumlah nilai 191

‎*) Juara III diraih SD Kecamatan Airmadidi dengan jumlah nilai 190

‎*) Juara IV diraih SD Kecamatan Kalawat dengan jumlah nilai 184

‎*) Juara V diraih SD Kecamatan Dimembe dengan jumlah nilai 183

‎Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa, tetapi juga mempromosikan budaya lokal dan keterampilan memasak dalam masyarakat.

Loading