Akses Vital Terputus, Warga Likupang Timur Desak Pembukaan Jalan Menuju Bitung

MINUT, abadipost.com – Aksi penutupan jalan yang menghubungkan wilayah Likupang Timur dengan Kota Bitung kembali menjadi pusat perhatian publik. Pada Rabu (29/4/2026), puluhan warga bersama tokoh masyarakat dan organisasi massa turun ke lokasi untuk menyuarakan aspirasi mendesak pembukaan jalur yang telah lama ditutup tersebut.

Jalur Lama Rawan Longsor, Keselamatan Pelajar Terancam

Masyarakat menegaskan bahwa akses jalan tersebut merupakan “urat nadi” bagi aktivitas pendidikan dan perekonomian warga. Kondisi jalan lama yang saat ini digunakan dinilai sangat tidak layak karena mengalami kerusakan parah dan berada di titik rawan longsor.

“Kami mewakili masyarakat Likupang Timur meminta agar jalan ini bisa segera dibuka. Akses ini penting bagi anak-anak sekolah yang setiap hari ke Kota Bitung, juga bagi masyarakat yang mencari nafkah,” ujar salah satu perwakilan warga di lokasi aksi.

Warga mengusulkan agar jalur alternatif yang saat ini ditutup akibat sengketa antara pihak perusahaan dan warga segera dibuka sebagai solusi sementara. Hal ini dianggap krusial untuk menghindari potensi kecelakaan fatal di jalur lama yang membahayakan nyawa pengguna jalan.

Sorotan Waraney Puser In’Tana

Ketua Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut Sulut, melalui Ketua Kecamatan Likupang Timur, Stenly Christovel Sigar, S.Fils., turut hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat. Ia menekankan dampak sosial yang dialami warga akibat penutupan ini.

“Jalan lama sudah tidak layak dilalui. Anak-anak sekolah dan pedagang yang menuju Kota Bitung sangat terdampak. Kami berharap ada kebijakan untuk membuka akses ini, minimal untuk sementara waktu,” tegas Stenly.

Polemik Penutupan Sejak Februari

Berdasarkan informasi di lapangan, meskipun jalur alternatif sudah tersedia sejak Februari, akses tersebut belum bisa digunakan secara maksimal. Penutupan ini kabarnya dipicu oleh kesepakatan antara pihak tertentu dengan perusahaan yang hingga kini belum menemui titik terang.

Warga mengaku khawatir dengan potensi bahaya ganda:

  • Ancaman Longsor: Kondisi tanah yang tidak stabil di bagian bawah jalan.
  • Material Jatuh: Aktivitas pekerjaan di bagian atas jalan yang berisiko menjatuhkan material ke arah pengguna jalan.

Menanti Solusi Pemerintah dan DPRD

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari undangan Pemerintah Kota Bitung yang berupaya memfasilitasi pertemuan lintas sektoral. Pertemuan tersebut melibatkan:

  • DPRD Provinsi Sulawesi Utara
  • DPRD Kabupaten Minahasa Utara
  • DPRD Kota Bitung

Masyarakat berharap koordinasi antar-lembaga legislatif dan eksekutif ini menghasilkan keputusan konkret. “Kalau jalan lama sudah diperbaiki, silakan jalur ini ditutup kembali. Tapi untuk sekarang, kami sangat membutuhkan akses ini,” pungkas salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu hasil pembahasan resmi dari para pemangku kepentingan dengan harapan jalur tersebut dapat segera dilewati demi keselamatan bersama. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *