MANADO, abadipost.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo. Pertemuan strategis ini fokus membahas penguatan pelayanan, pemerataan jaringan kelistrikan, hingga target penghapusan pembangkit berbahan bakar solar (dedieselisasi) di wilayah kepulauan.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III Kantor DPRD Sulut, Kairagi, Rabu (2/7/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Berty Kapojos. Turut mendampingi, Sekretaris Komisi Yongki Limen serta anggota komisi Amir Liputo dan Roy Roring.
Sementara itu, dari pihak PLN dihadiri oleh jajaran manajemen yang dipimpin Manager Perencanaan Sistem Kelistrikan Decky Leo, Asisten Manager Perencanaan UP-3 Roland Sibueya, serta Manager Senior Perencanaan Sistem Kelistrikan.
Prioritaskan Listrik 24 Jam di Pulau Terluar
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam RDP tersebut adalah peningkatan rasio elektrifikasi, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pelosok dan kepulauan. Komisi III mendesak PLN untuk memberikan perhatian ekstra terhadap pulau-pulau terluar di Bumi Nyiur Melambai agar segera menikmati pasokan listrik penuh secara stabil.
“Kami minta perhatian khusus untuk pulau-pulau terluar. Pasokan listrik yang stabil sangat dinantikan warga untuk menunjang pergerakan ekonomi lokal di sana,” tegas perwakilan Komisi III DPRD Sulut di sela-sela rapat.
PLN Berkomitmen Transisi ke Energi Bersih
Merespons desakan para legislator, manajemen PLN menegaskan komitmennya untuk merampungkan program dedieselisasi di Sulawesi Utara. Program strategis nasional ini berfokus pada konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dinilai jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.
Secara umum, pihak PLN memastikan bahwa kondisi pasokan listrik di wilayah kerja Suluttenggo saat ini berada dalam status aman. Pihaknya menyatakan siap mendukung penuh perluasan jaringan ke area-area terpencil yang belum teraliri listrik secara optimal.
(Redaksi Abadipost)
![]()