LUMPUH TOTAL – Akses jalan utama di Kecamatan Likupang Timur terputus akibat longsor besar. Tampak warga kini terisolasi dari pusat pemerintahan dan layanan publik. (Foto: Istimewa)
LIKUPANG TIMUR, abadipost.com — Akses transportasi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Likupang Timur dengan pusat pemerintahan dan kawasan sekitarnya kini lumpuh total. Hal ini terjadi setelah jalur utama tersebut dihantam longsor besar yang menutup seluruh badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan saat ini sama sekali tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Akibatnya, mobilitas warga terhenti total, distribusi kebutuhan pokok tersendat, dan akses terhadap layanan publik masyarakat setempat menjadi lumpuh.
Menyikapi situasi kritis tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Waraney Puser In’tana Toar Lumimuut Kecamatan Likupang Timur, Stenly Sigar, S.Fils, angkat bicara. Ia mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat.
“Jalan yang longsor sudah tidak bisa dilewati sama sekali. Kami mendesak BPJN untuk sesegera mungkin membuka jalan baru yang sebelumnya sudah diserahkan oleh pihak perusahaan kepada pemerintah daerah. Langkah ini mutlak diperlukan demi keselamatan nyawa dan keamanan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut,” tegas Stenly Sigar langsung dari lokasi kejadian, Kamis (28/5).
Masyarakat Terbebani, Desak Jalan Pengganti Segera Difungsikan
Menurut Stenly, proses penyerahan jalan pengganti dari pihak perusahaan kepada pemerintah daerah sebenarnya telah dilakukan secara resmi. Namun sayangnya, hingga saat ini jalur alternatif tersebut belum difungsikan secara maksimal ataupun dibuka untuk umum.
Ia menilai keterlambatan pengaktifan jalan baru ini justru memperparah keadaan dan memperpanjang penderitaan warga terdampak.
“Masyarakat sangat terbebani. Akses terputus berarti pasokan barang kebutuhan dasar terhambat, layanan kesehatan sulit dijangkau, dan aktivitas ekonomi warga terhenti,” cetus Stenly.
”Jalan pengganti itu sudah ada dan sudah menjadi aset pemerintah, jadi tidak ada alasan untuk menunda pembukaannya demi keselamatan bersama,” tambahnya lagi dengan nada retoris.
Tuntut Evaluasi Teknis ke Depan
Selain mendesak pembukaan jalur baru, LSM Waraney Puser In’tana Toar Lumimuut Kecamatan Likupang Timur juga meminta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan teknis. Hal ini penting guna memastikan kelayakan dan keamanan jalan pengganti tersebut sebelum resmi dilalui masyarakat.
Mereka juga berharap BPJN tidak sekadar memberikan solusi jangka pendek, melainkan segera menindaklanjuti perbaikan permanen pada jalur utama yang longsor agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi abadipost.com masih berupaya menghubungi pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan resmi terkait desakan warga tersebut. (**/fds)
![]()
