Minahasa Utara Menuju Era Baru: Bupati Joune Ganda Desain Ulang Sinergi Eksekutif-Legislatif sebagai Lokomotif Pembangunan

JAKARTA, ABADIPOST.COM – Di tengah ketidakpastian dinamika global, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, membawa visi segar dalam menakhodai pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa era birokrasi yang berjalan sendirian telah usai. Masa depan Minahasa Utara kini bertumpu pada satu fondasi utama: Kemitraan Strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Joune Ganda dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota DPRD Minahasa Utara yang digelar di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta, 5–8 Mei 2026.

Meninggalkan Zona Nyaman Formalitas

​Dalam arahannya, Bupati Joune Ganda secara lugas mengajak para legislator untuk membongkar pola pikir lama. Hubungan antara eksekutif dan legislatif tidak boleh lagi hanya terjebak pada seremoni kelembagaan yang kaku atau sekadar gugur kewajiban.

​”Pola kerja pemerintahan saat ini harus semakin adaptif, responsif, dan kolaboratif. Hubungan ini harus kita bangun sebagai kemitraan strategis yang menentukan arah serta kualitas pembangunan daerah,” tegas Bupati Joune, Rabu (6/5/2026).

​Di bawah visi ini, DPRD diposisikan sebagai co-designer pembangunan. Artinya, peran legislatif setara pentingnya dengan eksekutif dalam merancang solusi atas tantangan modern, mulai dari disrupsi ekonomi digital hingga isu perubahan iklim.

​Rapor Hijau: Capaian Data yang Berbicara

Bupati juga memaparkan capaian kinerja daerah yang signifikan sebagai bukti nyata efektivitas tata kelola selama ini. Data menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Minahasa Utara secara terukur:

  • ​Kesehatan: Angka Harapan Hidup naik dari 74,50 tahun (2023) menjadi 75,02 tahun (2025).
  • ​Ketenagakerjaan: Partisipasi angkatan kerja melonjak ke angka 67,48%, sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga ke level 6,18%.
  • Pertumbuhan Ekonomi: PDRB daerah melesat dari Rp18,727 triliun menjadi Rp22,365 triliun, dengan pendapatan per kapita menyentuh Rp94,93 juta.

​Meski mencatatkan rapor hijau, Bupati mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dalam zona nyaman. Menurutnya, era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut kewaspadaan tinggi agar pertumbuhan tetap inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mengoptimalkan Potensi Raksasa Likupang

​Sebagai daerah yang menaungi Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang, Minahasa Utara memegang kunci investasi besar di sektor pariwisata, ekonomi biru, dan pertanian. Namun, Bupati menekankan bahwa potensi ini membutuhkan pengawalan regulasi yang kuat dari DPRD.

​”Setiap kebijakan dan peraturan daerah yang kita lahirkan, setiap rupiah yang kita anggarkan, harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan mereka,” tambahnya.

​Komitmen Kolektif Menuju Daya Saing Nasional

​Menutup arahannya, Bupati Joune Ganda berharap Bimtek ini menjadi katalisator bagi anggota DPRD untuk memperkuat kapasitas dan integritas. Ia optimistis, dengan harmoni yang terjaga, Minahasa Utara tidak hanya akan menjadi pemain utama di Sulawesi Utara, tetapi juga di tingkat nasional.

​Kini, publik menanti bagaimana komitmen kemitraan ini diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang pro-rakyat, memastikan bahwa setiap derap pembangunan di Minahasa Utara benar-benar dirasakan oleh setiap warga di Bumi Klabat.

​Editor: Redaksi Abadi Post

Lokasi: Jakarta / Minahasa Utara

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *