Abadipost.com, MANADO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian/Penjelasan Gubernur Terhadap Ranperda Provinsi Sulawesi Utara Tentang APBD Tahun Anggaran 2026, Serta Ranperda Tentang Perubahan Atas Perda NO. 1 Tahun 2024, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Sekaligus Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Tiga (3) Buah Ranperda Tersebut Serta Tanggapan Dan/Atau Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi.
Rapat paripurna di buka langsung oleh Ketua DPRD Sulawesi Utara dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B-KBD, yang di dampingi Wakil Ketua dr. Michaela Elsiana Paruntu, M.A.R.S, Royke Reynald Anter, SE,M.E, Stella Marlina Runtuwene, A.Md.,Sek, di ruang Rapat Paripurna, Senin (24/11/2025).
Turut hadir Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH,MH, anggota DPRD Sulawesi Utara, Forkopimda, dan para tamu undangan.
Sambutan Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan bahwa APBD bukan hanya sekedar dokumen anggaran, melainkan kebijakan yang menentukan arah pembangunan daerah, sekaligus jaminan dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara dari berbagai sektor.
“Tahun 2026 merupakan tahun kedua perencanaan RPJMD 2025-2029 yang mengusung tema “Penguatan sumber daya manusia, agro bisnis, dan pariwisata, yang di dukung oleh regulasi dan inovasi”, ucap Gubernur Yulius Selvanus.
Gubernur juga menambahkan, tahun 2025 ini adalah perjalanan penting dalam pembangunan daerah, dimana langkah pencapaian visi menuju Sulawesi Utara maju sejahtera dan berkelanjutan semakin mantap.
“Kita juga harus menyadari anggaran di tahun 2026, akan di hadapkan dengan tantangan fisikal, khususnya akibat penurunan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat. Dimana kondisi ini memaksa kita untuk melakukan penyesuaian satu misi dan struktur anggaran dalam menata kembali prioritas pembangunan secara lebih selektif, serta memastikan efisiensi pada setiap anggaran dan kegiatan,” tutur Gubernur Yulius Selvanus.
Adapun Pemerintah Provinsi kata Gubernur Yulius Selvanus, harus lebih semakin kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kolaborasi lintas srktor, serta mengoptimalkan belanja agar tetap memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
“Tantangan ini bukan untuk melemahkan semangat kita, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat disiplin fiskal, dan membangun tata kelola anggaran yang lebih adaptif, responsif, dan berkelanjutan,” jelas Gubernur.
Dilanjutkan dengan penyampaian Ketua DPRD Sulawesi Utara Fransiscus Andi Silangen mengatakan, akan mendengarkan pemandangan umum fraksi yang akan di sampaikan oleh pimpinan fraksi-fraksi.
“Rapat paripurna akan dilanjutkan dengan mendengarkan pemandangan umum fraksi yang akan di sampaikan oleh pimpinan,” ucap Ketua DPRD Sulut Silangen.
![]()




Tinggalkan Balasan