Abadipost.com, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, menorehkan prestasi membanggakan dalam upaya percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Hingga Selasa, 20 Mei 2025, seluruh 125 desa di Minut telah sukses menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembentukan KDMP, mencapai capaian sempurna 100%.
Sukses ini menempatkan Minut sebagai salah satu kabupaten terdepan di Sulawesi Utara, bahkan di Indonesia, dalam merealisasikan program pemerintah pusat yang bertujuan memberdayakan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program KDMP, yang diinisiasi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Bapak H. Yandri Susanto, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Tujuan utamanya adalah memberdayakan ekonomi desa melalui usaha kolektif berbasis potensi lokal, meliputi simpan pinjam, pengelolaan logistik, dan pengembangan klinik desa. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menekankan pentingnya KDMP dalam memberantas praktik rentenir dan tengkulak yang selama ini membebani masyarakat.
Meskipun dibentuk oleh pemerintah desa, KDMP tetap beroperasi di bawah payung hukum koperasi yang berlaku, sesuai Surat Edaran Kemendes PDT Nomor 6 Tahun 2025. Tantangan dan Dedikasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Minut
Perjalanan menuju capaian 100% ini tidaklah mudah. Tim Pendamping Profesional (TPP) di Minut menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan pemahaman masyarakat tentang KDMP, keraguan dari beberapa pemerintah desa, hingga kesulitan dalam mengumpulkan warga untuk mengikuti Musdesus.
Namun, TPP Minut, yang terdiri dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), dan Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) Kabupaten, menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka bekerja keras, seringkali lembur hingga larut malam, melakukan edukasi intensif kepada warga, membangun komunikasi yang efektif dengan pemerintah desa, dan memastikan setiap proses Musdesus berjalan sesuai aturan dan koridor hukum. Kerja keras dan sinergi tim inilah yang menjadi kunci keberhasilan Minut. Sukses Minut: Inspirasi bagi Daerah Lain
Keberhasilan Minut membuktikan bahwa pembangunan desa yang sukses tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga pada dedikasi dan kerja keras para pelaksana di lapangan. TPP Minut telah menjadi contoh nyata komitmen dan loyalitas dalam menjalankan tugas negara, mengatasi berbagai kendala dengan penuh semangat dan kreativitas. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, target nasional dapat tercapai. Langkah Selanjutnya: Memastikan KDMP Berdaya Guna
Meskipun telah mencapai target 100% Musdesus, perjuangan belum berakhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan KDMP yang telah terbentuk benar-benar berbadan hukum, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. TPP Minut akan terus mengawal pembentukan manajemen koperasi yang efektif dan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mereka juga akan membantu menyusun rencana bisnis yang realistis dan berbasis potensi lokal masing-masing desa, serta memastikan koperasi tumbuh dengan semangat gotong royong masyarakat.
Keberhasilan KDMP di Minut diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, koperasi desa bukan hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prestasi Minut patut diapresiasi dan menjadi momentum untuk terus mendorong kemajuan ekonomi desa di seluruh Indonesia.
![]()




Tinggalkan Balasan