Autopsi Ekshumasi Dilakukan Untuk Mengetahui Penyebab Pasti Kematian Almarhum David Hatimura
Ketiga anak almarhum ingin mencari tau apa yang menjadi penyebab hingga almarhum meninggal dunia, sehingga meminta pengacara Maykel Tielung SE, SH, MH untuk melakukan upaya Hukum lewat Autopsi Ekshumasi terhadap Jenazah.
Maykel Tielung SE, SH, MH sebagai Kuasa Hukum dari ketiga anak Almarhum bersama Tim Forensik dari Dok Pol Bhayangkara Polda Sulut, Satres Polres Minsel, Polsek Sinonsayang melakukan Autopsi Ekshumasi terhadap jenazah David Hatimura di pekuburan Keluarga Desa Aergale, Selasa (29/4/2025).

Kuasa Hukum Keluarga saat dimintai keterangan mengatakan keluarga dari almarhum meminta untuk dilakukannya autopsi ini agar bisa diketahui penyebab pasti almarhum meninggal dan supaya tidak ada lagi rumor di masyarakat.
” Harapan keluarga dari kematian almarhum ini bisa diketahui secara pasti apa penyebabnya, jadi keluarga berharap dengan dilakukannya proses bedah mayat Ekshumasi ini agar tidak ada lagi polemik dimasyarakat terkait kematian lamarhum. Kami juga sudah melakukan upaya hukum dan langkah-langkah hukum dilakukan, apapun hasilnya keluarga akan menerima. Dan tentunya itu untuk kepentingan hukum itu sendiri, ada keadilan disana, kepastian hukum dan juga ada kemanfaatan hukumnya, dan itu yang kami lakukan, selaku kuasa hukum leluarga akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian apapun yang dibutuhkan terkait kasus ini tentu kami akan membantu supaya lebih cepat prosesnya, ” Jelas Tielung.

Dirinya menabahkan kalau memang ada dugaan almarhum meninggal dengan tidak wajar karena ada dugaan kekerasan itulah yang diupayakan keluarga.
”Karena ini ada dugaan almarhum meninggal dengan tidak wajar itulah yang kami upayakan supaya ada saksi-saksi bisa kami hadirkan, semua yang berkaitan dengan permasalahan ini dan kasus ini tentunya kami akan mendukung itu saja yang penting, ” Pungkas Tielung.
Saat di tanyakan alasan keluarga sampai mengajukan autopsi ini Maykel Tielung mengatakan utamanya diduga ada kekerasan yang dialami almarhum sebelum meninggal dunia.

”Diduga almarhum meninggal karena ada kekerasan di situ, ada beberapa bagian tubuh yang diduga mengalami kekerasan dan itu yang kami maksudkan tadi almarhum ini meninggal dengan tidak wajar makanya proses ini dilakukan demi kepentingan hukum, itu ada luka-luka, ada memar, ada pendarahan bahkan sampai mau dimakamkan masih ada pendarahan dibagian belakang kepala, ” Maykel menegaskan.
Perlu diketahui Almarhum saat pergi ke kebun masih dalam keadaan sehat, hingga malam hari anak almarhum menunggu dirumah tapi belum juga pulang hingga akhirnya disusul ke kebun dan mendapati sudah dalam keadaan meninggal dunia, lokasi dimana ditemukan jenazah ini ada setumpukan darah yang ditemukan. Dimana keluarga dan masyarakat tau almarhum ini tidak ada riwayat penyakit bawaan, juga tidak ada penyakit menahun sehingga sangat wajar bila keluarga meminta keadilan. Supaya ada kepastian hukum, dan penyebab kematian bisa diketahui secara pasti.

KBO Satres Polres Minsel Ipda Macky Kambong mengatakan pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat bisa saling menjaga keamanan demi kelancaran bedah mayat ekshumasi dan mengetahui penyebab pasti kematian korban dan mungkin bisa jadi jawaban atas isu yang beredar di Desa Aergale.
”Kami pihak Kepolisian menghimbau kepada masyarakat Desa Aergale agar bersama-sama saling menjaga dan menjamin keamanan demi kelancaran kegiatan, ini semua dilakukan agar keluarga mengetahui kepastian penyebab kematian, dan mungkin juga ini bisa mematahkan isu yang beredar di Desa Aergale, pungkas Macky Kambong.

Kapolsek Sinonsayang Ipda Rifai Baluntu SH, MH mengatakan kehadiran mereka guna menjaga keamanan dan kelancaran proses autopsi JenazahDavid Hatimura.

” Pada siang hari ini sedang melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah David Hatimura, wilayah polsek Sinonsayang sedang melakukan pengamanan proses yang sedang berjalan, untuk situasi dan keamanan secara umum bisa terlihat masyarakat yang datang ketempat ini dan bisa dilihat sendiri proses berjalan lancar dan aman, ” Jelas Kapolsek.
![]()
