Abadipost.com, MINAHASA SELATAN — Sudah lebih dari sebulan David Hatimura ditemukan tak bernyawa di perkebunan Desa Aergale Kecamatan Sinosayang Kabupaten Minahasa Selatan.
Sampai saat ini setelah 40 hari orang tua, papa terkasih dimakamkan Keluarga Almarhum belum menerima dengan alasan yang menyebabkan DH Meregang nyawa. Oleh karena itu Keluarga DH berusaha untuk mencari tau apa penyebab dari kematian tersebut.
Maykel R Tielung, SE, SH, MH dipercayakan keluarga untuk mendampingi dalam hal mencari tau kebenaran dari kematian DH.
Karena sudah diberi Kuasa dan Kepercayaan dari keluarga PH Maykel R Tielung sudah melakukan upaya hukum untuk mengungkap misteri kematian Almarhum David Hatimura yang dikenal warga sekitar sebagai sosok yang ramah dan baik.
Sesuai informasi yang berhasil kami himpun Kuasa Hukum dan Keluarga sudah melayangkan aduan ke Polres Minahasa Selatan (Minsel) untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhum diantaranya meminta agar dilakukan Autopsi forensik dan penyelidikan bahkan penyidikan terkait kasus ini.

Menurut, Maykel R. Tielung, SE, SH, MH, kematian korban kuat dugaan dianiaya atau korban mengalami kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kami meminta agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan utamanya agar terhadap jenazah almarhum dilakukan Autopsi forensik, melakukan bedah exhumasi terhadap jenazah karena kematian almarhum tidak diketahui secara pasti penyebabnya, bahkan banyak kejanggalan”, ujar Tielung Senin, (15/04/2025).

“Dan proses exhumasi kegiatan forensik ini tentunya bisa dilakukan untuk kepentingan hukum, untuk penegakan hukum dan tentunya karena kuat dugaan ada tindak pidana yang mengakibatkan kematian almarhum ini. Jadi kami sebagai kuasa hukum keluarga almarhum akan melakukan pendampingan hukum dan mengawal proses ini sampai tuntas,” tambahnya.
Menurut Tielung sendiri, misteri kematian DH harus diungkap penyebab Almarhum sampai meregang nyawa, agar tidak menimbulkan polemik yang terus menerus di masyarakat.
“Apapun hasilnya, pihak keluarga akan menerima. Ini penting agar di masyarakat tidak ada polemik terus menerus dan pihak keluarga lega,” tandasnya.
Tielung berpendapat ada banyak kejanggalan yang terjadi. “Ada banyak kejanggalan yang terjadi sebab adanya pendarahan secara terus menerus dikepala bagian belakang Almarhum sampai Jenazah dimakamkan” Tutupnya.
Perlu diketahui, jenazah almarhum, ditemukan di perkebunan Aergale Kecamatan Sinonsayang pada hari Rabu tanggal 5 Maret 2025 dalam kondisi bersimbah darah yang keluar dari kepala bagian belakang dan dimakamkan pada tanggal 7 Maret 2025 sekitar pukul 10.00 Wita.
![]()
