Geram Pokir RTLH ‘Lenyap’, Stella Runtuwene Sentil Ada ‘Tangan Gatal’ di APBD Sulut

ABADIPOST.COM — Suasana pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan Tahun 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (28/07/2026), mendadak memanas.

Kekesalan mendalam diluapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Marlina Runtuwene. Srikandi Partai NasDem ini meradang usai mendapati program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diusulkannya mendadak ‘lenyap’ dari postur anggaran daerah.

Dengan nada tegas, Stella menyentil adanya dugaaan ‘tangan gatal’ yang sengaja menghilangkan Pokok Pikiran (Pokir) yang dia usung untuk kepentingan masyarakat kecil tersebut.

“Pokir yang saya usulkan tahun 2026 belum terealisasi, pada siapa kami mengadu? Mohon kepada TAPD agar usulan rumah layak huni ini benar-benar diperhatikan,” ujar Stella menyuarakan kekecewaannya di hadapan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Stella menegaskan bahwa program RTLH tersebut murni lahir dari jeritan warga di lapangan yang sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak, bukan sekadar kepentingan memburu proyek APBD.

“Kami bukan mencari proyek, kami membawa suara rakyat yang mendambakan tempat tinggal yang layak. Data sudah kami serahkan ke SKPD. Kami sudah berjanji, dan sekarang masyarakat menagih janji itu kepada kami,” lanjutnya.

Ia pun mendesak TAPD dan instansi teknis terkait untuk segera mengambil langkah konkret sebelum APBD Perubahan disahkan, agar jajaran wakil rakyat tidak dinilai memberi janji palsu kepada pemilihnya.

“Jangan sampai kami dianggap berbohong oleh masyarakat. Hingga pembahasan APBD Perubahan ini pun belum ada tanda-tanda realisasi, mohon SKPD terkait segera bertindak,” cetusnya.

Rapat pembahasan KUA-PPAS APBD-P 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Andy Silangen, serta dihadiri oleh jajaran anggota Banggar, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Tahlis Gallang, dan perwakilan TAPD.

Stella berharap TAPD bersama SKPD terkait dapat kembali meluruskan skala prioritas anggaran demi memastikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara tetap di atas segalanya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *