Hendra Jacob Ucapkan Selamat kepada 128 Hukum Tua Terpilih di Minahasa: Jadilah Pemimpin yang Mengabdi, Bukan Berkuasa

MINAHASA, Abadipost.com – Menjelang pelantikan 128 Hukum Tua terpilih di Kabupaten Minahasa, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Utara, Hendra Jacob, S.IP, yang dikenal dengan sapaan Ketua Naga Hitam, menyampaikan pesan tegas kepada para kepala desa yang akan resmi mengemban amanah pada Selasa (14/7/2026).

Menurut Hendra Jacob, pelantikan yang akan dipimpin Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan desa yang berintegritas, berpihak kepada rakyat, dan mampu membawa perubahan nyata.

“Kemenangan dalam pemilihan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Mulai besok, saudara-saudara bukan lagi milik kelompok pendukung, tetapi menjadi pemimpin seluruh masyarakat desa tanpa membedakan pilihan politik. Itulah hakikat kepemimpinan,” ujar Hendra, Senin (13/7/2026).

Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara itu mengingatkan bahwa jabatan Hukum Tua adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Hendra juga menyoroti pentingnya pengelolaan Dana Desa yang jujur, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar pembangunan desa berjalan optimal serta terhindar dari persoalan hukum.

“Gunakan setiap kebijakan dengan hati nurani. Bangun desa bukan hanya melalui proyek fisik, tetapi juga dengan membangun kepercayaan masyarakat, memberdayakan generasi muda, memperkuat ketahanan pangan, menjaga budaya Minahasa, dan menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adil, serta bermartabat,” katanya.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan seorang Hukum Tua bukan ditentukan oleh besarnya anggaran yang dikelola ataupun banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga hingga akhir masa jabatan.

“Jangan jadikan jabatan sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai sarana pengabdian. Rakyat akan selalu mengingat pemimpin yang hadir saat masyarakat mengalami kesulitan, mau mendengar aspirasi, membuka ruang dialog, dan berani mengambil keputusan demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Hendra berharap masa jabatan delapan tahun dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meninggalkan warisan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menutup pernyataannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh Hukum Tua terpilih dan berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas.

“Pemimpin yang baik bukan diukur dari lamanya menjabat, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat. Selamat mengemban amanah dan mengabdi untuk rakyat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan hikmat, kesehatan, dan kekuatan dalam memimpin desa selama delapan tahun ke depan,” tutup Hendra

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *