Juli 5, 2026
IMG202605102009451

BOLMONG, ABADIPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bergerak cepat melakukan pemetaan menyeluruh di sektor pertanian guna menjawab berbagai keluhan masyarakat. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas dialog langsung yang dilakukan pemerintah dengan para petani di sejumlah kecamatan.

Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Bolmong secara resmi merilis data potensi kebutuhan dan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026. Data tersebut tidak hanya memuat rencana alokasi pupuk, tetapi juga membedah secara rinci luasan lahan berdasarkan jenis tanaman di 15 kecamatan.

Dominasi Tanaman Jagung

​Berdasarkan rilis tersebut, komoditas jagung masih menjadi primadona dan mendominasi areal pertanian di Bumi Totabuan dengan total luas mencapai 24.756 hektare. Sementara itu, untuk lahan sawah tercatat seluas 17.666 hektare dan lahan padi sebesar 6.414 hektare.

Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa turunnya jajaran pemerintah ke lapangan bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus melakukan pemetaan kebutuhan sektor pertanian secara komprehensif.

​”Banyak kendala yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari bibit hingga infrastruktur. Itulah sebabnya pemerintah turun tangan langsung untuk melakukan pemetaan,” ujar Yusra dalam sebuah sesi dialog pertanian baru-baru ini.

​Rincian Wilayah Potensial

​Data Dinas Pertanian Bolmong menunjukkan persebaran wilayah potensial sebagai berikut:

  • ​Komoditas Jagung: Kecamatan Lolak memimpin dengan luas 4.584 hektare, disusul Kecamatan Bolaang (2.847 hektare), dan Dumoga (2.784 hektare).
  • ​Lahan Sawah: Kecamatan Dumoga Timur menjadi yang terluas dengan 2.798,53 hektare, diikuti Lolak (2.299,13 hektare), dan Dumoga Tenggara (1.833,39 hektare).
  • ​Lahan Padi: Kecamatan Lolak kembali unggul dengan 2.339 hektare, disusul Sang Tombolang (854 hektare), Poigar (765 hektare), dan Bolaang (742 hektare).

​Selain itu, tercatat luas lahan sawah tadah hujan di Bolmong mencapai 716,76 hektare, di mana Kecamatan Lolak menyumbang luasan tertinggi sebesar 507,73 hektare.

​Akurasi Data untuk Alokasi Pupuk

​Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong, Abdul Latif, menjelaskan bahwa data luasan lahan ini merupakan instrumen krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan pertanian ke depan, terutama terkait distribusi bantuan pemerintah.

​”Data ini menjadi acuan utama untuk penyaluran pupuk bersubsidi agar sesuai dengan kebutuhan riil petani dan luas lahan yang ada. Kita ingin penyaluran tepat sasaran,” jelas Latif.

​Tercatat, total rencana tanam di Kabupaten Bolmong untuk tahun 2026 mencapai 28.254 hektare dengan jumlah petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK sebanyak 23.859 orang.

​Solusi Strategis Pemerintah

​Menanggapi berbagai persoalan seperti kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan tani, gagal tumbuh bibit, hingga fluktuasi harga panen, Pemkab Bolmong telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  1. ​Program Satu Desa Satu ASN: Untuk membantu pendampingan administrasi petani.
  2. ​Fasilitas KUR: Penyediaan akses Kredit Usaha Rakyat dengan bunga rendah.

​Dukungan Fisik: Bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang.

​Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi besar sektor pertanian Bolmong sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di 15 kecamatan.

(*/fds)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *