Satu-satunya di Sulut, Polimdo Miliki Satgas PPKPT Berbasis GEDSI Gandeng ILO

MANADO, Abadipost.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menorehkan prestasi membanggakan sekaligus mempertegas komitmennya terhadap ruang aman di dunia pendidikan. Polimdo resmi menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang memiliki panduan resmi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) berbasis Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).

​Terobosan ini disampaikan oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, melalui Koordinator Humas Polimdo, Ivoletti Walukow, saat ditemui di Lantai 3 Gedung Utama Polimdo, Rabu (25/02/2026).

Kolaborasi Strategis dengan ILO

​Ivoletti menjelaskan bahwa panduan ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan hasil kerja sama strategis dengan organisasi internasional, International Labour Organization (ILO). Fokus utamanya adalah pengarusutamaan kesetaraan gender, disabilitas, serta inklusi sosial (GEDSI) di lembaga pendidikan vokasi.

“Kami satu-satunya kampus di Sulut yang memiliki panduan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual berbasis GEDSI hasil kerja sama dengan ILO,” ungkap Ivoletti.

Proses penyusunan panduan ini telah melalui perjalanan panjang sejak tahun 2022 melalui Diskusi Kelompok Terarah (DKT). Polimdo merupakan satu dari empat politeknik di Indonesia yang terpilih dalam pilot project ini, bersama Politeknik Negeri Batam, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

​Melibatkan Seluruh Elemen Kampus

​Menariknya, panduan ini disusun secara partisipatif. DKT yang dilakukan melibatkan hampir seluruh lapisan civitas akademika dan pendukungnya.

  • ​Pendidik & Tenaga Kependidikan
  • ​Mahasiswa
  • ​Petugas Keamanan
  • ​Petugas Kebersihan

​“Semua unsur dilibatkan agar panduan ini benar-benar aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” tambah Ivoletti.

​Komitmen Terhadap Lingkungan Inklusif

​Ivoletti menegaskan bahwa dunia pendidikan vokasi dan dunia kerja harus memberikan perhatian serius terhadap diskriminasi. Menurutnya, sistem pendidikan saat ini masih perlu terus berbenah agar lebih ramah bagi perempuan, penyandang disabilitas, kelompok rentan, hingga masyarakat dari suku terpencil.

​Melalui Satgas PPKPT berbasis GEDSI ini, Polimdo menerapkan prinsip-prinsip utama seperti:

  1. ​Bebas Diskriminasi: Membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
  2. ​Do No Harm: Pendekatan yang memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses pendidikan.
  3. ​Leave No One Behind: Memastikan inovasi dan pemberdayaan teknologi dapat dinikmati semua pihak tanpa kecuali.

​Hadirnya Satgas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan, sekaligus memperkuat peran Polimdo dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan beretika di kancah nasional maupun internasional.

(*/fds)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *