MANADO, AbadiPost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), H. Amir Liputo, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses III Masa Persidangan Pertama Tahun 2025.

Reses yang digelar di Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, pada Jumat (5/12/2025) ini, mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Pasar Bersehati Manado.

​Kehadiran politisi dari Partai Golkar yang akrab disapa Aba Amir tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, dengan aduan mengenai pungli menjadi sorotan utama.

​Aduan tersebut disampaikan oleh Sumarlin Panegoro, seorang warga yang suaminya berprofesi sebagai penjual sayur keliling. Sumarlin menuturkan bahwa suaminya kerap menjadi korban penarikan biaya ganda setiap kali berbelanja bahan di Pasar Bersehati.

​“Setiap kali masuk bayar portal tiga ribu, itu memang parkir. Tapi ada lagi yang minta sepuluh ribu tiap pergi belanja bahan, dan itu tidak ada karcis,” ungkap Sumarlin dalam forum dialog tersebut.

​Ia mempertanyakan transparansi penarikan biaya tambahan Rp10.000 tersebut dan menduga adanya oknum yang meraup keuntungan pribadi.

​Janji Tembuskan ke Wali Kota

​Menanggapi laporan serius dari warga tersebut, Amir Liputo yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Sulut menegaskan bahwa ia akan segera menindaklanjuti dan meneruskan aduan ini langsung kepada Wali Kota Manado, Andrei Angouw.

​“Nanti saya sampaikan ke Pak Wali Kota supaya beliau tahu. Bisa jadi beliau tidak mengetahui adanya pungutan tanpa karcis seperti ini,” tegas Amir.

Amir Liputo juga mengingatkan bahwa setiap penarikan biaya tanpa dasar hukum yang jelas merupakan pelanggaran aturan.

​“Sebenarnya pungutan tanpa karcis itu tidak dibenarkan dan bertentangan dengan undang-undang. Tidak boleh ada pihak yang melakukan pungutan tanpa dasar hukum,” ujarnya, menekankan pentingnya ketertiban.

​Ia menyambut baik laporan masyarakat ini sebagai bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Kota Manado dan memastikan persoalan dugaan pungli ini akan ditelusuri lebih lanjut.

​“Ini akan saya telusuri. Mudah-mudahan ke depan dapat ditertibkan,” tutup Amir Liputo.

(*/fds)

Loading