Abadipost.com, SULUT — Turnamen catur dalam rangka Hari Persatuan Pria Kaum Bapa (Hapsa P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Rayon Tombatu sampai saat ini tidak ada kejelasan Hadiah yang harus diterima oleh sejumlah Pemenang Turnamen baik dari Seri A dan B.
Sebagai P/KB jemaat dan wilayah sangat merespon seluruh kegiatan HAPSA yang di laksanakan oleh P/KB Sinode, antusiasme peserta dari Jemaat dan Wilayah sangat banyak untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Seperti diketahui Pesrta Lomba Catur Beregu Seri A & B di perkiraan hampir 200 regu yang ikut serta. Biaya Pendaftaran untuk Seri A Rp. 450.000,- sedangkan Seri B Rp. 350.000,-.
Katakanlah 150 peserta x Rp. 400.000,- = Rp. 60.000.000,-
Hadiah Catur Seri A & B
Rp. 15.000.000,-
Wasit Rp. 20.000.000,-
Total Rp. 35.000.000,-
Berarti masih ada tersisa Rp. 25.000.000,-
Sampai saat ini Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mempertanyakan hadiah yang belum juga terealisasi sampai saat ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Bpk. Denny Togas bersama Bpk. Novly Paat & Bpk. Alex Pusung sebagai peserta yang notabene jemaat mereka mendapat juara dalam kegiatan tersebut.

Pnt. Boy Manueke juga sudah mempertanyakan kepada komisi hanya saja sampai berita ini di turunkan dari Komisi sendiri belum bisa memberi jawaban. Berharap Komisi P/KB Sinode kiranya boleh dapat menyelesaikan & bertanggung jawab penuh.
”Saya sudah sempat meme pertanyakan mengenai hadiah yang seharusnya diterima kepada Komisi P/KB namun sampai saat ini belum bisa memberikan jawaban yang pasti” Jelas Pnt. Boy Manueke kepada Media. Selasa (29/7/2025).
Hal senada juga dipertanyakan para peserta Lomba yang memperoleh juara II dan III dari Jemaat GMIM Getsemani A dan B Mario Arwanto Purasa juga sudah mempertanyakan terkait hadiah Namun sampai saat ini tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

”Kami sebagai pemain ingin mengetahui kepastian dari hadiah yang seharusnya sudah kami Terima, tapi sampai saat ini belum ada keterangan yang pasti terkait hadiah tersebut,yang kami Terima setelah turnamen selesai ialah Piagam Peserta Catur,” Kata Rio Sapaan Akrabnya.
Lebih lanjut Rio mengatakan sangat dusayangkan kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur YSK tapi terkesan tidak jelas karena hadiah sampai saat ini tidak diterima.

“Sangat disayangkan kegiatan yang dibuka langsung Gubernur YSK, bahkan beliau pun adalah salah satu peserta Catur, ini seperti sudah mencoreng nama Gubernur dan Sinode GMIM akibat ketidak jelasnya Hadiah bagi pemenang, ” Tutup Rio.
Sebagian besar Pemenang Turnamen hanya menerima janji-janji dan ketidakpastian perihal Hadiah tersebut.
![]()
