MINAHASA, abadipost.com — Praktik kotor dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Sorotan tajam mengarah ke salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.593.21 di wilayah Tateli, Kabupaten Minahasa. SPBU tersebut diduga kuat menjadi tempat subur beroperasinya jaringan penyalahgunaan Solar bersubsidi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi abadipost.com, Solar subsidi yang hakikatnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, diduga kuat sengaja dialihkan kepada pihak-pihak tertentu lewat modus “titipan“.
Akibat praktik culas ini, stok Solar di SPBU tersebut dilaporkan kerap ludes dalam sekejap, menyisakan antrean kendaraan masyarakat yang mengular panjang tanpa kepastian.
Modus Minibus dan Dugaan Keterlibatan ‘Orang Dalam’
Keresahan warga makin memuncak setelah aktivitas mencurigakan di area SPBU tersebut mulai tercium publik. Belum lama ini, sejumlah kendaraan jenis minibus kepergok melakukan pengisian Solar dalam jumlah yang tidak wajar.
Tak sampai di situ, isu miring yang beredar di sejumlah media bahkan menyeret nama “orang dalam“. Muncul dugaan bahwa kendaraan milik salah seorang pengawas SPBU rutin mengambil “jatah” Solar setiap kali pasokan BBM bersubsidi dari Pertamina tiba di lokasi.

Jika dugaan ini benar, praktik tersebut jelas-jelas telah mencederai program subsidi pemerintah dan merampas hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Jeritan Sopir: “Torang Beking Rugi!”
Imbas dari kelangkaan buatan ini dirasakan langsung oleh para sopir truk dan angkutan umum yang menggantungkan hidupnya dari ketersediaan Solar.
“Yah tentu ini beking rugi pa torang (tentu ini bikin rugi kami), karna lengkali katu tu sopir-sopir lain mo ba isi minyak, so nda jah dapa (karena kadang sopir-sopir lain mau isi minyak, sudah tidak dapat),” keluh Frangky, salah satu sopir yang terjebak di antrean panjang dengan nada kecewa.
Pihak SPBU Membantah, Polda Sulut Didesak Turun Tangan
Di sisi lain, pihak manajemen SPBU Tateli langsung pasang badan dan membantah keras adanya praktik penimbunan maupun kongkalikong penyalahgunaan Solar bersubsidi di tempat mereka.
Namun, bantahan sepihak tersebut dinilai belum cukup meredam gejolak di masyarakat. Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara kini didesak untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh guna membongkar dugaan gurita mafia Solar di SPBU tersebut.
Masyarakat meminta pihak kepolisian tidak hanya sekadar formalitas, tetapi wajib memeriksa:
- Seluruh mekanisme penyaluran BBM di SPBU Tateli.
- Data transaksi digital (QR Code/sistem log).
- Rekaman CCTV di area pengisian.
- Kendaraan-kendaraan “siluman” yang diduga melakukan pengisian berulang kali.
Pihak-pihak terkait yang namanya terseret dalam pusaran informasi ini.
Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu sangat dinantikan untuk memutus mata rantai mafia Solar yang selama ini mencekik para sopir di Sulawesi Utara.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi terkait dugaan penyalahgunaan Solar bersubsidi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya pembuktian sah secara hukum.
![]()