Tingkatkan Daya Saing, POLIMDO Tekankan Pentingnya Pahami Perbedaan Skill dan Kompetensi

MANADO, Abadipost.com – Politeknik Negeri Manado (POLIMDO) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan antara skill (keterampilan) dan kompetensi bagi para mahasiswanya agar siap menembus ketatnya persaingan dunia industri.

Dalam kegiatan akademik yang digelar di lingkungan kampus pada Selasa (24/2/2026), Nus—perwakilan dari POLIMDO—menegaskan bahwa pemahaman ini sangat krusial. Ia menjelaskan bahwa standar kompetensi di Indonesia telah diatur secara legal dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

​”Hal ini dikuatkan dalam UU No. 13 Tahun 2003, yang menjelaskan kompetensi kerja sebagai kemampuan setiap individu yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Nus.

Beda Skill dan Kompetensi: Mengapa Keduanya Penting?

​Menurut Nus, seringkali terjadi kekeliruan di masyarakat yang menyamakan antara skill dan kompetensi. Padahal, secara substansi, keduanya memiliki batasan yang berbeda:

  • ​Skill (Keterampilan): Merupakan kemampuan spesifik yang diperoleh melalui latihan dan pengalaman.
  • ​Contoh: Menulis, manajemen waktu, penguasaan bahasa asing, hingga kemampuan mengoperasikan perangkat elektronik.
  • Kompetensi: Cakupannya jauh lebih luas. Ini adalah kombinasi antara keterampilan, pengetahuan, perilaku, dan sikap yang memungkinkan seseorang bekerja secara profesional dan efisien.

​”Kompetensi bukan hanya soal mampu melakukan pekerjaan, tetapi juga memahami standar, bersikap profesional, dan menunjukkan etika kerja yang baik,” tambah Nus.

​Sinergi dengan Standar BNSP

​Definisi yang diusung POLIMDO ini sejalan dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kompetensi dipandang sebagai paket lengkap yang mencakup aspek kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan), dan afektif (sikap).

Dengan penguatan konsep ini, POLIMDO berharap lulusan vokasi mereka tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan etika kerja yang unggul. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing lulusan, baik di tingkat regional maupun nasional, sesuai dengan kebutuhan industri modern yang kian dinamis.

(*/fds)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *