Serap Aspirasi Guru, Paulina Runtuwene Gelar Reses di SMK N 6 Manado

‎Abadipost.com, SULAWESI UTARA — Sesuai dengan tugas pokok, fungsi sebagai Legislator dan mitra kerjanya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Prof. DR. Julyeta Paulina Runtuwene dari Komisi IV melakukan reses di SMKN 6 Manado pada Kamis (04/09/2025).

‎Paula Runtuwene menyerap langsung aspirasi dari para guru dan siswa untuk diperjuangkan di DPRD Sulut.

‎Dia mengatakan, tugas legislatif dari Daerah Pemilihan Kota Manado yang masuk wilayah dapilnya, dikunjugi langsung untuk mendengarkan aspirasi, harapan dan keinginan masyarakat terutama bidang pendidikan.

‎“Kami menyerap apa yang menjadi masukkan keluhan dari masyarakat untuk dapat menindaklanjuti dan diperjuangkan nanti di Komisi IV DPRD Sulut,” jelasnya.

‎Kata dia, disini kesempatan menyerap aspirasi para guru dan peserta didik.

‎“Kami juga mempunyai tugas sebagai fungsi pengawasan khususnya dilingkungan pendidikan

‎dan sebagai wakil rakyat maka akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini, dan juga kami ada tiga tugas besar sebagai legislatif yaitu meliputi pembuatan dan pengesahan undang-undang (legislasi), penetapan anggaran negara (anggaran), dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah,” jelasnya.

‎Lanjut dia, akan memperjuangkan kebutuhan mendesak dari sekolah karena ini menjadi program resesnya.

‎“Terkait guru honor tidak masuk di dana BOS, maka saya akan perjuangkan dan juga persoalan masalah pagar sekolah serta kelurangan lainnya di sekolah ini,” ungkapnya.

‎Sementara itu Kepala SMKN 6 Manado Altje Salele, S.Pd, M.Pd menyampaikan, keluarga besar di sekolahnya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sudah menyerap aspirasi untuk di perjuangkan di DPRD Sulut.

‎“Kami sangat senang karena kunjungan ini mendapatkan perhatian khusus dari Dewan,” katanya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kepsek pun mengajukan soal perbaikan pagar sekolah yang sudah banyak yang rusak.

‎Sebagai informasi, SMK 6 Manado ini dahulunya adalah SMA Negeri 5 yang akhirnya bertransformasi menjadi SMK 6 diakibatkan oleh sedikitnya siswa yang mendaftar disekolah tersebut.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *