Viral! Barcode BBM Subsidi Warga Diduga Dicatut Dua Kali dalam Dua Hari, Korban Malah Temukan Dugaan Penimbunan Solar

MANADO, abadipost.com — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh keluhan seorang warga yang mengaku menjadi korban penyalahgunaan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Tidak tanggung-tanggung, barcode miliknya diduga dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu dua hari berturut-turut.

​Kisah yang viral ini pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Mega. Ia membeberkan kronologi lengkap kerugian yang dialaminya saat hendak mengisi BBM subsidi.

​Kronologi Kejadian: Dua Hari Berturut-turut Terkunci

​Berdasarkan pengakuan korban, kejadian tidak menyenangkan ini bermula pada Rabu, 27 Mei 2026. Saat itu, kendaraan korban sedang dalam perjalanan menuju Mitra dan memutuskan untuk mengisi BBM di SPBU Jalan SBY. Namun, alangkah terkejutnya mereka saat petugas SPBU menyatakan bahwa jatah barcode mereka sudah terpakai.

​”Setelah kami lakukan pengecekan, barcode tersebut ternyata tercatat telah digunakan di SPBU Tateli,” tulis korban dalam unggahannya.

​Seolah belum cukup, kejadian serupa kembali terulang keesokan harinya, Kamis, 28 Mei 2026. Kali ini dalam perjalanan pulang dari Mitra, korban singgah untuk mengisi BBM di wilayah Tomohon. Lagi-lagi, petugas menyatakan barcode mereka sudah hangus karena telah digunakan di SPBU yang sama (SPBU Tateli) pada pukul 15.39 WITA.

​Pihak SPBU Tateli Terkesan Tertutup, Alasan CCTV Rusak

​Merasa ada yang tidak beres dan dirugikan, suami korban langsung bergerak menuju SPBU Tateli sekitar satu jam setelah insiden kedua terjadi. Tujuannya jelas: meminta klarifikasi dan transparansi dari pihak manajemen SPBU.

​Namun, sesampainya di lokasi, mereka justru membentur dinding tebal.

​Tidak Ada Petugas yang Tahu: Saat dimintai penjelasan, tidak ada satu pun petugas di lokasi yang mengaku mengetahui atau bertanggung jawab atas transaksi gelap tersebut.

​Rekaman CCTV Dipersulit: Pihak korban sempat meminta untuk melihat rekaman CCTV guna memastikan kendaraan mana yang telah “mencuri” hak BBM subsidi mereka. Sayangnya, pihak SPBU enggan menunjukkan rekaman tersebut dengan berbagai macam alasan.

​Temukan Dugaan Penimbunan Solar Menggunakan Galon

​Menariknya, saat suami korban sedang memperjuangkan haknya di SPBU Tateli, ia justru mendapati aktivitas yang mencurigakan di lokasi yang sama. Ia mengaku melihat langsung adanya dugaan praktik penimbunan BBM jenis solar bersubsidi yang dionggok ke dalam wadah galon.

​Korban juga menyentil bahwa track record SPBU tersebut terbilang minor. Kasus dugaan penyalahgunaan barcode milik orang lain di SPBU Tateli ini disebut-sebut bukan pertama kalinya terjadi dan sempat viral beberapa waktu lalu.

​Sorotan Warganet Terhadap Pengawasan Barcode

​Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus mendapat respons dan dibagikan ulang oleh warganet. Kasus ini kembali memicu gelombang kritik dari masyarakat terkait lemahnya sistem pengawasan dan verifikasi penggunaan barcode BBM subsidi di lapangan.

​Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum dan pihak Pertamina untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum SPBU “nakal” yang sengaja bermain dengan hak subsidi milik warga masyarakat. (red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *