JAKARTA, abadipost.com – Gelombang protes terkait dugaan praktik mafia tambang kembali memanaskan ibu kota. Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum Jakarta Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Mabes Polri, Senin (13/4/2026).
Massa aksi membawa tuntutan berat terkait dugaan praktik tambang ilegal di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, yang disinyalir melibatkan oknum petinggi kepolisian setempat.
Desak Mabes Polri Periksa AKBP Golfried Pakpahan
Di bawah komando Koordinator Lapangan Faisal Mony, massa membentangkan spanduk dan poster yang menyuarakan keprihatinan atas penegakan hukum di wilayah Boltim. Dalam orasinya, Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua DPK FISIP menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap transparansi hukum.
“Kami mendesak Mabes Polri untuk segera memanggil dan memeriksa AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan. Ada dugaan kuat keterlibatan dalam berbagai aktivitas tambang ilegal di wilayah Boltim yang merugikan negara dan masyarakat,” tegas Faisal di sela-sela aksi.
Tuntutan Pencopotan Jabatan
Tak hanya menyasar Kapolres, mahasiswa juga meminta tindakan tegas terhadap Kasat Reskrim Polres Boltim, Iptu Jerry Tambunan. Keduanya diduga menerima aliran dana atau “setoran” dari aktivitas tambang ilegal tersebut.
Ada beberapa poin utama yang menjadi tuntutan massa dalam aksi ini:
- Pencopotan Jabatan: Mendesak Mabes Polri mencopot AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan dari jabatan Kapolres Boltim dan Iptu Jerry Tambunan dari jabatan Kasat Reskrim.
- Pemeriksaan Internal: Meminta Paminal dan Irwasda melakukan pemeriksaan secara terbuka, profesional, dan akuntabel.
- Usut Tuntas Pungli: Mendorong Propam Mabes Polri mengusut dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan pimpinan Polres Boltim.
- Evaluasi Kinerja Polda: Mengkritik kesan pembiaran dari pihak internal kepolisian di tingkat Polda yang dinilai lamban merespons isu tambang ilegal di Boltim.
Komitmen Kawal Kasus hingga Tuntas
Mahasiswa menilai integritas institusi Polri sedang dipertaruhkan. Mereka menyayangkan sikap diamnya otoritas di tingkat wilayah yang seolah tidak responsif terhadap isu sensitif ini.
“Kami butuh langkah konkret. Jika tidak ada tindakan tegas, kepercayaan publik terhadap Polri akan terus tergerus,” lanjut Faisal.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan ini berjalan dengan tertib meski sempat menyita perhatian para pengguna jalan. Gerakan Mahasiswa Hukum Jakarta Menggugat menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini dan berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
(*/FDS)
![]()




Tinggalkan Balasan