BOLTIM, abadipost.com – Gelombang desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Sugeng Setyo Budhi, terus menguat. Kekecewaan ini dipicu oleh penilaian warga Kecamatan Modayag terhadap kinerja kepolisian setempat yang dianggap jalan di tempat dalam menangani berbagai laporan krusial.
Desakan pencopotan ini mencuat akibat lambannya penanganan sejumlah kasus besar, mulai dari dugaan pengrusakan hingga aksi pembakaran di lokasi tambang rakyat yang terjadi beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, proses hukum terhadap rentetan peristiwa tersebut dinilai masih gelap.
Laporan Mengendap Hampir Setahun
Warga mengaku sangat kecewa lantaran laporan yang telah disampaikan sejak hampir satu tahun terakhir belum menunjukkan titik terang. Kondisi ini dianggap sebagai preseden buruk yang menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di wilayah Boltim.
Ketua Umum Ormas Benteng Nusantara, Steven Kembuan, secara tegas mempertanyakan komitmen Kapolres Boltim dalam menegakkan hukum. Menurutnya, ada kesan pembiaran terhadap laporan masyarakat terkait dugaan pengrusakan tambang oleh sekelompok orang.
“Kasus pengrusakan dan pembakaran di tambang Modayag sampai sekarang belum ada kejelasan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. Ke mana larinya keadilan jika laporan sudah setahun tidak diproses?” ujar Steven kepada awak media.
Soroti Aktivitas Alat Berat dan Dugaan “Setoran”
Selain kasus pembakaran, Steven juga menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal yang diduga menggunakan alat berat jenis ekskavator secara masif dan terorganisir. Ia menduga kuat adanya praktik “setoran” di balik langgengnya aktivitas tersebut, meskipun hal ini masih memerlukan pembuktian hukum lebih lanjut.
Silakan lakukan survei apa pun, lihat langsung fakta di lapangan. Tidak mungkin aktivitas sebesar itu (penggunaan alat berat) berjalan tanpa ada pihak yang mengetahui,” tambahnya lagi.
Desak Langkah Tegas Kapolri
Lemahnya penegakan hukum ini dinilai telah mencoreng marwah kepolisian. Steven menegaskan, jika pucuk pimpinan di Polres Boltim tidak mampu memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat, maka penyegaran kepemimpinan adalah harga mati.
“Kami mendesak Kapolri segera mencopot Kapolres Boltim yang dinilai tidak mampu menjaga marwah Polri dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Steven.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Boltim terkait tudingan lambannya penanganan kasus-kasus tersebut. (Red)
![]()
