​Merawat Kerukunan, Gubernur Yulius Selvanus Perkuat Sinergi FKDM dan Kesbangpol di Momentum Idul Fitri

​MANADO, Abadipost.com — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Utara tidak sekadar menjadi perayaan religius, tetapi juga menjadi wahana konsolidasi sosial yang strategis. Di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus (YSK), nilai-nilai silaturahmi kini diperkuat sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sosial di Bumi Nyiur Melambai.

Sinergi nyata ini terlihat dalam agenda silaturahmi antara jajaran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Stevie Sumampow bersama Wakil Ketua Meyvo Rumengan, dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dipimpin oleh Johnny Alexander Suak, pada Jumat (20/3/2026).

Manifestasi Kepemimpinan YSK: Harmonis dan Stabil

​Kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari visi kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dalam membangun tata kelola daerah yang inklusif. Gubernur YSK secara konsisten menekankan bahwa kondusivitas wilayah adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan.

​”Idul Fitri dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat Persatuan sosial dan merawat toleransi, guna menghilangkan sekat perbedaan yang berpotensi memicu disintegrasi,” Ungkapnya.

FKDM dan Kesbangpol: Pilar Deteksi Dini

​Dalam arahannya, Gubernur menaruh harapan besar pada penguatan sinergi antara FKDM dan Kesbangpol sebagai dua pilar utama sistem deteksi dini konflik sosial:

  • ​FKDM: Bertugas membaca dinamika di tingkat akar rumput melalui jejaring masyarakat.
  • ​Kesbangpol: Berperan mengorkestrasi kebijakan berdasarkan data dan analisis lapangan.

Integrasi kedua lembaga ini dinilai menjadi instrumen paling efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama dalam menghadapi tantangan era digital seperti penyebaran hoaks dan isu provokatif.

​Pendekatan Humanis dan Moderasi Beragama

Visi Yulius Selvanus juga mengedepankan pendekatan humanis. Silaturahmi bukan lagi sekadar tradisi tahunan, melainkan mekanisme sosial untuk membangun kepercayaan publik (public trust).

Selain itu, penguatan moderasi beragama menjadi poin krusial dalam pertemuan tersebut. Pendekatan yang inklusif diyakini mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan berkeyakinan dan tanggung jawab sosial dalam merawat harmoni di Sulawesi Utara yang dikenal dengan semangat toleransinya.

Kesimpulan dan Harapan

Idul Fitri 1447 H menjadi momentum konsolidasi moral bagi seluruh elemen daerah. Harapan Gubernur Yulius Selvanus sangat jelas: Sulawesi Utara harus tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan solid. Dengan sinergi yang kokoh antara pemerintah dan masyarakat, fondasi stabilitas daerah akan semakin kuat demi mewujudkan kesejahteraan yang nyata.

​(Abadipost/Sinta)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *