Kabupaten Minahasa Utara kembali mencuri perhatian dengan prestasi gemilang yang mengangkat kabupaten ini ke pentas internasional.
Dalam tiga edisi terakhir Newsletter UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia-Pacific), Minahasa Utara menjadi satu-satunya kabupaten dari Indonesia yang secara konsisten dipilih untuk ditampilkan.
Pencapaian ini jelas menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan simbol pengakuan atas potensi lokal yang semakin mendunia.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Minahasa Utara, Robby Parengkuan, SH, kepada media pada Jumat, 13 Juni 2025
Newsletter yang dikeluarkan oleh organisasi global ini tidak hanya mencakup informasi penting mengenai kebijakan pemerintahan lokal, tetapi juga menjadi platform bagi daerah untuk menonjolkan keunikan dan kekayaan budaya mereka.
Edisi ini dibagikan dalam setiap pertemuan Executive Bureau Meeting, yang dihadiri oleh pejabat pemerintahan dari berbagai negara anggota UCLG ASPAC, dan kini juga dapat diakses secara daring di situs resmi UCLG ASPAC.
Salah satu sorotan utama dalam Volume 42 dari newsletter tersebut adalah artikel mendalam yang mengangkat tema Kolintang — alat musik tradisional yang merupakan kebanggaan Minahasa Utara. Artikel ini menyatakan bahwa:
“Kolintang is a traditional wooden xylophone from North Minahasa, Indonesia… It is not just an instrument—it is a way to connect people and celebrate peace.”
Pengakuan terhadap Kolintang bukan hanya terbatas pada aspek budaya, tetapi juga mencakup dimensi sosial yang menonjolkan pentingnya alat musik ini sebagai sarana untuk membangun perdamaian, meningkatkan pendidikan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan Kolintang yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada Desember 2024 menjadi tonggak sejarah dan penegasan pentingnya peranan budaya lokal di kancah global.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memainkan peran krusial dalam upaya pelestarian dan promosi Kolintang.
Melalui berbagai inisiatif, termasuk produksi film dokumenter “Lokananta” serta partisipasi Kolintang dalam pertemuan-pertemuan internasional seperti UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting yang berlangsung di Minahasa Utara pada Juni 2024, beliau tampil sebagai duta budaya yang berkomitmen.
“Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai lokal kita, seperti Kolintang, memiliki daya tarik universal. Kami bangga bisa mempersembahkan budaya kami ke panggung dunia, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat jati diri masyarakat,” ungkap Bupati Joune Ganda dalam sebuah pernyataan.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Executive Bureau UCLG ASPAC yang mewakili Asia Tenggara, Bupati Ganda terus memperluas jejaring kemitraan global.
Melalui kolaborasi dengan lembaga budaya lintas regional serta organisasi pembangunan internasional, Minahasa Utara berupaya untuk memastikan bahwa warisan budaya seperti Kolintang tetap hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Prestasi ini menegaskan komitmen Minahasa Utara tidak hanya untuk mempromosikan kebudayaan lokal, tetapi juga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada nilai-nilai lokal serta inovasi yang inklusif.
Dengan perhatian dan dukungan yang terus bertumbuh, Kabupaten Minahasa Utara siap berkontribusi lebih jauh di arena internasional, sekaligus mengangkat citra Indonesia di mata dunia. (**)
![]()
